freakin feelin

Nggak tau bagaimana memulai tulisan ini. Semuanya rasanya bercampur. Entahlah. Aku sudah mencoba mengabaikan perasan yang sekiranya mengganggu pikiran, khusunya di kelas 3 ini dimana aku maunya pikiran ini cuma buat mikir sekolah yang notabene kudu kelar tahun depan.

Tapi rasanya hal itu gak mungkin banget karena ketika kita harus memulai sesuatu, ya disitulah kita harus selalu menjalankan hal itu. Dan nggak mungkin ya kita menyudahi suatu hal karena alasan klasik begitu, alasan yang cuma bisa dilihat dari satu sisi. Ini semua bukan tugas cerpen pak Dar yang harus punya satu sudut pandang pengarang.

Kadang aku berpikir, aku pingin punya pacar yang begini begini begini. Pingin yang cuma pedulinya sama aku. Pingin yang selalu mengalah buat aku. Pingin yang nggak bisa membiarkan aku ngeluarin air mata setetespun. Pingin yang sangat menjaga perasaanku. Tapi haloo.. ini real life, bukan cuma cerita novel dan aku tokoh protagonisnya. Dan pada kenyataannya aku sayang sama seseorang yang tidak sepenuhnya begitu.

Sering banget berantem, setiap hari ada aja yang dibuat bahan berantem. Entah cemburu, entah gara-gara hal sepele seperti nggak pamit, atau bagaimana. Dan semua yang ada di dia itu terkadang mempengaruhiku juga. Aku jadi melakukan hal-hal yang seharusnya aku nggak begitu. Aku jadi over posesif, mudah emosi, dan lain-lain seakan aku juga harus ngelakuin hal yang sama seperti apa yang dia perbuat ke aku. Dan seharusnya nggak begitu.

Dan aku juga gitu.. Disisi lain, aku pingin dia kayak aku. Cerita segala detail yang aku tau, aku kenal, bahkan sampai rahasia terkecil pun tentang aku dia tau. Tapi dia nggak begitu... aku.. nggak bisa bikin dia seperti itu..

Dan tau apa apa tentang dia bukan dari dia sendiri itu rasanya sakit. Sakit sendiri. Siapa sih itu... Itu tentang apa.. Dan apa yang disembunyiin dari aku..

Terkadang aku berfikir.. gimana kalo aku lelah dengan semua ini...
Category: 0 comments