Long Road to Gurah

Sehari sebelum 30 Juli 2011, yang lain pada ribut ikut jalan-jalan dan nonton. Tapi aku tiada niat untuk bergeming dari rumah. Besoknya setelah mencuci baju 3 ember penuh, tiba-tiba mama bilang mau tidur siang yang lama. Sesuatu berbisik "bosen loh nanti dirumah..". Tiba2 terbersit niatan untuk kabur ikut anak2 spudu ke mall.
Anak spudu -> anak mall
Jika anak spudu maka anak mall, jika bukan anak mall maka bukan anak spudu, lhoh?

Lalu aku lihat di garasi. Krik. Tidak ada motor. Hilang entah kemana. Maka dari itu aku nebeng angga. Dia datang dengan muka waduh-jadi-gak-bisa-jemput-cewe-yang-rada-cakepan, lalu kami ngebut ke mall gara2 cindy udah bertengger disana. Bener2 meregang nyawa, mau nubruk orang dua kali. Kemudian parkir di mall, karena itu orang tidak bisa parkir yang naik. Phobia ketinggian. Oh my god please.

Kemudian aku nyebrang jalan. Lalu bertemu seffin di lantai dua. Lalu bertemu cindy di lantai 4. Lalu turun ke lantai 3 untuk duduk di foodcourt menunggu tiyaaak dan mbahna. Seffin mengutarakan niatan untuk meloby septa buat bayarin nonton di movie box. Oke lah, waktu itu ga bawa duit banyak. Tiyak datang dengan wajah kebingungan tapi tetep gaul dengan new-hair-cut-nya. Ketika mbahna datang, kami histeris "naga lyla.. wah ada naga lyla.." dan semua orang ngeliatin mbahna dengan mimik pengen-minta-foto-bareng.

Karena bom bom car tutup dengan khusnul khatimah. Kami gak jadi naik bom bom car. Padahal tujuan awalnya adalah itu. Kemudian kami banting stir ke movie box. Sebelumnya seffin menghubungi septa selaku pembiaya nonton kami ber 6, dan ojek minerva kuning seffin. Sambil nungguin, si mbahna cindy dan angga pesen makanan yang pada akhirnya menjadi makanan kita berenam. -_-

Setelah itu mbahna dan tiyak menuju parkiran SR setelah sempet nyasar gak jelas gara-gara mbahna lupa lewat mana. aku cindy dan anggik nyebrang ke parkiran golden, sementara seffin nunggu ojek kuning di depan mcd.

sampai di movie box, kami memilih milih film. dan pilihan terakhir jatuh pada film horor mati-matian thailand yang judulnya gak bisa dibaca. Bukan memilih, lebih tepatnya pasrah karena gak tau mau nonton apaan. mak bedunduk, seffin nodong minta dibayarin nontonnya. Septa dilema, antara gak ada duit sama adab pdkt. Ya sudah, akhirnya 50ribu yang biru melayang ke tangan halus mbak-mbak movie box demi mempertahankan tradisi pdkt yang diwariskan turun temurun oleh keluarga asep renaldy.

Disk pertama itu film sangaaat monoton, mungkin ada 5 menit aku tidur dibalik bantal. Duduk dipojok ruangan diapit gadis-gadis semacam cindy dan tiyaaak. (peace) oh iya, akhirnya kami tahu film itu judulnya takut. Tapi asep nggak ada ekspresi lihat itu film, sementara kami ber6 seperti ikut-ikut kesurupan. Mungkin dia menerawang, jauh, jauh, jauh, memikirkan nasib dompetnya yang kosong melompong dan bayangan nuntun motor segede itu gara2 gak ada duit buat beli bensin.

setelah nonton, kami begitu labil ingin pergi kemana. Setelah melaksanakan syuro', kami memutuskan untuk menjarah rumah anggik. (?) Untuk belajar mandiri, aku bawa motor cindy yang enteng kayak motor listrik. Jadi formasinya, seffin dan septa, mbahna dan tiyaaak, cindy dan anggik, aku dan ... belum ada. Tidak ada sampai pulang. -_-

Setelah mbahna gitaran galau, dan kami bikin sirup merah di rumah anggik, kami semua teringat akan ayam-ayam di gurah. Ayam mbahna yang tertatih merintih menahan haus dan lapar. Cindy juga khawatir mereka kena maag. Ya sudah kami ke gurah. Ya ampun ke gurah. Indah. Jauh. Panas. Meregang nyawa. Mana kadang para pelaku triple date itu lupa akan hadirnya aku dalam long trip itu. Jadi aku ketinggalan, mereka sok2 kebut-kebutan sama truk. Untung si cindy inget sama motornya, jadi anggik dan cindy kadang ada di belakang aku.


wajah remaja labil Indonesia

Sampe deh di rumah mbahna yang tidak terlalu terpelosok, lebaar kayak Nelson Mandela Bay Stadium. (omongapa). Eh, ada adiknya yang namanya kepek, kevin deh, nyempluk bikin cindy dan seffin melting. Naga lyla ganti celana pendek, mau syuting acara jika aku menjadi. menyiapkan ember kecil diisi air dan dicampur tiga jenis topping. Bisa dipastikan, gak ada rasa ayam di topping2 itu. Kami menunggu, menunggu mbahna kasih makan ayam dengan penuh rasa sayang yang menggebu. Mungkin pacar-pacar mbahna juga gak pernah digituin. Mungkin.

Jam stengah 5, mama telpon nyuruh aku pulang. Aku santai. Tapi anggik ndredeg, katanya takut dimarahin gara2 bawa anak orang sampe sore. Dan mbahna ikut lagi mau anter tiyaaak, aku jadi bingung sebenernya mbahna rumahnya mana. Sampe di slg, seffin dan asep berpamitan pulang duluan, ya ampun mereka so sweet. Mereka seperti pemeran utama sinetron arti sahabat. Kalo aku masih pacaran sama si itu, mungkin jadi saingan berat mereka. Haha ya sudah lah dibahas lagi. #nowplaying kenangan terindah - samsons

Dan ternyata cindy, anggik, tiyaaak dan mbahna ikut pulang ke rumah aku. Dengan berbagai alasan:
Cindy : motornya digondol
Anggik : mau minta maaf ke mama
Tiyaaak : bimbang mau dijemput dimana
Mbahna : bimbang dimana rumahnya (?)

Sekian liburan saya bersama 6 anak labil dan galau. It's fun!
Category: 0 comments

Setelah Merenung

18 hari setelahnya, aku baru bisa mencerna segumpal kejadian buruk berakhirnya kisah cinta (dangdutbgt) antara aku dan beliau.

Bukan karena alasan-alasan mellow seperti adanya PIL dan WIL (korbangossipinfotainment), bukan karena tidak adanya restu dari keluarga besar kedua belah pihak, bukan karena ingin melanjutkan studi ke australia, tapi karena, alasan klasik, memang sudah tidak cocok lagi.

Kalo masalah fisik sih cocok-cocok aja sebenernya, beliau ganteng dan aku nggak terlalu buruk rupa lah, tapi cinta itu bukan tentang masalah fisik. Cinta itu masalah, enjoy tidaknya kita dengan hubungan tersebut. Dan sepertinya dari awal, aku dan beliau memang sedikit memaksakan ke-enjoy-an kami.

Beda prinsip. Misalnya beliau berpikir sesuatu yang aku lakukan itu salah. Disisi lain aku berpikir hal tersebut wajar dan tidak menyalahi aturan konstitusi negara. (kecanduanbusuko) Begitupun sebaliknya.

Beda pandangan. Beliau selalu berpikir hidup aku selalu untuk menyalahkan dia, padahal enggak gitu juga. Hal-hal yang mungkin terucap tiba2 itu suara hati dan bawaan lahir jadi ya harusnya manusia di dunia ini bisa saling memaklumi satu sama lain. Dan karena hal-hal sepele gitu, terkadang dia bersikap defensif yang berlebih, memberi kesan bahwa apa yang aku lakukan sebelumnya adalah boomerang untuk menyakiti diri sendiri.

Beda keyakinan. Aku yakin aku bisa pertahanin, tapi beliau enggak yakin. Aku optimis, tapi beliau malah pesimis aku gak bisa hidup bersama dalam susah senang sama dia.

Sebenernya masalah cinta itu ya begitu-begitu aja, cuma bedanya ada pada titik bagaimana kita menyikapinya dan berpikir berulang kali untuk bertindak dan memulai langkah baru.

Kesalahan saya pribadi adalah, selalu bertindak terburu-buru tanpa berpikir panjang sehingga sering menyakitkan orang dan kurang menghargai orang lain. Dan mulai saat ini aku janji akan selalu berusaha melawan bawaan lahir saya yang buruk ini dan bikin orang lain seneng tanpa harus menunjukkan ketidaknyamanan diri. :)

Terimakasih :) maaf lahir batin :)
Category: 0 comments