Realizing

Sekarang aku ngerti apa yang disebut sahabat. Kalo denger kata-kata itu pertama kali gambaran yang muncul dipikiranku adalah sosok mama. Dia nggak pernah nyesel terus bareng sama aku walaupun sebenarnya aku memberatkan dan membebani dia. Dia nggak pernah berhenti mendengarkan ceritaku, menyapa, menanyakan kabar, setidaknya melihatku kalo dia lewat di depanku walaupun aku dan mama hidup di dua pergaulan yang berbeda. Dia nggak cuma dateng disaat dia butuh aku, dan nggak pernah menjauh meskipun aku sedang tidak memerlukan pertolongan. Dia nggak mengurangi intensitas care-nya ke aku meskipun ada orang lain sebut saja misal Titan yang lebih imot daripada aku menurutnya. Dia nggak berusaha melibatkan aku dalam semua masalahnya meskipun aku selalu melibatkannya dalam hampir seluruh masalah aku. Dia selalu ngajak aku kemanapun dia pergi meskipun aku nggak pernah berfikir buat ngajak mama pergi ketika aku jalan bareng temen2 aku. Mama nggak ninggalin aku untuk bersama temen2nya ketika aku benar2 butuh dukungan tertentu, padahal aku sering mengesampingkan mama buat jalan bareng temen aku. Kalo mama cuma sekedar temen aku, dia pasti kecewa setiap kali aku melakukan hal2 yang harusnya pantas untuk dikecewakan dan melupakanku begitu saja. Tapi mama itu sahabat aku. Sahabat yang bener2 sahabat.


I Love My Mom :)
Ditulis tanpa ada maksud apapun dan masalah lain
kecuali masalah ulangan semester
serta tidak ingin mencari masalah dengan siapapun.

Category: 0 comments