complicated

Aku bingung gimana mendefinisikan aku dan brin sekarang ini.

Abstrak.

Yah, satu kata itu yang muncul di pikiran kalo mengingat-ingat apa yang terjadi diantara kami. Aku nggak tau apa yang dia permasalahkan sebelumnya. Yang aku tau, baso adalah pokok utama permasalahan kami. Dan aku pada akhirnya juga makan baso itu. Dia malah nyuekin gak jelas.

Sebenernya aku udah ada niat untuk menyelesikan masalah abstrak ini saat itu juga sebelum hal yang bikin aku merasa tidak dimanusia-kan. Seseorang di kelasnya bikin benjol kepala aku dan dia malah menyalahkan keberadaanku dikelasnya yang datang tanpa diundang.

Sejak itu aku merasa aku udah nggak dibutuhkan lagi. "Siapa yang nyuruh dia kesini?" Siapa yang nyuruh aku dateng dihidupnya. Siapa yang nyuruh aku jadian sama dia dan membuat semuanya so complicated. Siapa yang nyuruh aku buat sayang sama dia. Siapa coba? Salah? Emang salah mulu kok.

A witness said that It was just a little test. Dia hanya berspekulasi saja. Kalo iya pun, aku nggak berniat untuk memulai semuanya lagi. Cukup sakit ya. Makasih buat semuanya. Proteksi yang begitu membantu dan test-test yang membuat aku toughtful.