Brin and my birthday cake

Sore semua. Di sore yang cerah ini, saya yang berusia 16 tahun 6 hari akan menceritakan pengalaman mengesankan saya pada saat berulang tahun ke 16 6 hari yang lalu. (harap maklum, anggap saja hal ini adalah pembelajaran dini sebagai calon menantu Ibu guru bahasa Indonesia.)

Memang tidak sepanjang hari terasa begitu menyenangkan. Maka, saya akan menceritakan satu hal saja dari pacar saya *ehm* yang saya rasa begitu.. romantis. Bukan hanya pendapat saya, teman-teman saya juga mengatakan pendapat serupa tentang apa yang telah pacar saya berikan kepada saya. Seorang dari teman saya bahkan berpendapat, "Ya ampun tadi itu Brin romantis banget. Pengen digituin sama ***** (pacarnya, disensor karena tidak layak dibicarakan, akibat dari kebencian saya kepada orang tersebut hari ini)"

Langsung saja saya ceritakan kronologinya, saat itu bel pulang sekolah berbunyi. Bunyinya sebagaimana berikut:
Teett.. Teett.. Teett.. Teett..
Lalu Ibu Kabut, beserta seluruh spesies penghuni kelas berdoa dan makan tumpeng bersama. Tidak, maksud saya, lalu mereka mengucapkan dewa mata raishu sebagai ucapan penutup pelajaran. Lalu teman saya, datang membawa beberapa tugas membalas pesan singkat kakak saya lewat telepon genggamnya, yang ada bungkusnya warna merah jambu. Karena saya terlalu sibuk dengan urusan pesan singkat tersebut dan beberapa buku yang pelu disortir dari dalam loker bau detergen saya, saya lupa jikalau Brin belum mendatangi kelas saya sampai detik itu. *istirahat kentut sebentar*

Dan ketika saya sedang terhanyut dalam lamunan di telepon genggam bungkus merah jambu milik teman saya itu, tiba-tiba Brin datang. Pacar saya datang dengan membawa sekotak roti tar. Roti ulang tahun warnanya hitam, coklat tua tepatnya, mungkin disesuaikan dengan warna kulit saya yang eksotis ini. *ngik* Lalu, ia mendekat ke telinga saya yang entah bagaimana bentuknya saat itu lalu membisikan, "Happy birthday ya.." Seluruh badan saya terasa hangat sehangat ketika menikmati wedang jahe. Satu detik kemudian, seluruh kelas membahana. Beberapa, "Ciee.. CIeee.. CIEEEE!!!" Sebagian kecil mengatakan "Selamat Ulang tahun ya, Astri" dan seseorang yang aku lupa siapa dari belakang kelas berteriak "Sorry ya as, aku lupa kalo kamu ulang tahun. Selamat ulang tahun ya" Memang pada hakikatnya pemeran figuran yang tidak begitu rupawan sering terlupakan, berlalu begitu saja.

Setelah suara suara mereda, teman saya pemilik hape bungkus merah jambu itu memotret kami berdua.
lihatlah tangan-tangan disisi kanan, terlihat batang hidung seorang Depok

Ya, walaupun sesi pemotretan belum selesai, beberapa teman saya yang kalap roti tar sudah standby di sebelah saya dengan tangan-tangan handal mereka. *break nulis, cucian belum diangkat, gerimis*

Lalu, mereka semua men-treatment saya dengan cream pas-pas-an kue tar dari pacar saya yang paling rupawan itu. Habis sudah keperawanan kue itu ditangan para kalapers.

Walaupun kue itu sudah dicolek sana-sini, Brin, tetap memberikan suapan penuh *ihir* rintihan, bukan, maaf maksud saya suapan penuh ... ya seperti yang anda semua tahu.

Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawwadah warahmah

Romantis sekali. Brin pacar saya bukan tipe orang yang sangat begitu romantis, tetapi humoris sekali serta mahois. *peace* Sehingga, setahun sekali setiap saya berulang tahun, Brin jadi seperti sangat begitu romantis dengan kejutan-kejutan kecilnya. Seperti tahun lalu dengan Oase-oasenya. Tahun ini, diawal masa SHS saya, saya merasa telah jatuh cinta pada orang yang tepat.

moluvre :)

Saying I love you
Is not the words I want to hear from you
It's not that I want you
Not to say, but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
Then you wouldn't have to say that you love me
Cos I'd already know
-More than Words-