gara-gara dia

apa sih gunanya aku ada disini kalo aku cuma diciptain sebagai cewe yg otaknya nggak seencer mereka2? yg badannya nggak selangsing mereka? yg kulitnya nggak sebening mereka? yg pikirannya nggak sejauh mereka? yg nggak bisa bikin prince charmingku ngerasa bahagia dideketku?

bayangin aja. mana ada cewe yg lupa gitu aja dan nggak nyadar sama sekali kalo barusan bikin cowonya marah bgt, sedih bgt, dan mungkin udah nyusun proposal2 buat mutusin si cewenya secepat mungkin waktu ketemu nanti. gila ya. yah itu nyatanya ada pada aku.

aku nggak tau kenapa hari ini tu aku pengennya nyalahin miss perfecto yg sukanya cerita-cerita nggak penting ke orang-orang yg sukanya nyebar2in issue dirinya sendiri lagi naksir siapa, dan doyan dandan soalnya baru aja nemuin dunia barunya yg menurut dia keren. keren apanya, norak gitu. sudah aku duga, kalo misalnya re baca ini, keputusanya buat ilfil dan mutusin aku secepatnya semakin bulat.

yah, semuanya berasal dari miss kampungan itu. andai saja, andai saja, andai saja. miss kampungan itu nggak ngatain aku semena2 seperti itu, pasti re sama cindy nggak bakal bilang kalo aku nggak qonaah. kalau saja, kalau saja, kalau saja. si katro itu nggak bilang masku siap siaga di depan sekolah sambil pake kacamata barunya, aku nggak bakal over ketakutan gitu tadi. dan nggak akan ngeluarin kata2 nggak seharusnya ke re. dan re nggak bakal nelongso, mau nangis, marah sama aku, dan nggak bakal diemin aku seminggu. cindy juga nggak bakalan sms aku bilang kalo bum waktu aku tinggal lari kedepan keliatan nelongso abis. habislah aku.

coba saja, coba saja, coba saja. hari ini bukan sabtu dan besok bukan minggu. aku bisa secepatnya selesaikan masalah ini. dan seenggaknya beban kangen, takut, dan terancam putus sama bum nggak akan seberat ini.

aku bodo banget.

cindy aja sama sekali nggak setuju sama aku dan perilakuku hari ini.

unlucky day

aku benci miss norak itu